Unsur-unsur dan Contoh Neraca

Laporan Keuangan secara garis besar terdiri akan neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan posisi keuangan. Dan di bawah ini merupakan keterangan rinci dari “Neraca”. Dan kali ini echotuts akan membahas tentang “Unsur-unsur Pengertian dan Contoh Neraca

Unsur-unsur Pengertian dan Contoh Neraca - echotuts

Neraca (Balance sheet) merupakan laporan mengenai kativa, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada saat tertetu. Neraca harus dapat menggambarkan posisi keuangan perushaan. Oleh karena itu, unsur-unsur aktiva, kewajiban, dan ekuitas harus disusun secara sistematis. Pada umumnya unsur-unsur neraca disusun sebagai berikut.

Unsur-unsur Neraca :
Aktiva
Aktiva adalah sumber daya dalam harta benda atau hak yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari perstiwa masa lalu dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi masa depan. Manfaat ekonomi di masa depan yang telah terwujud dalam aktiva disebut potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung terhadap arus kas atau setara kas kepada perusahaan, dan biasanyam aktiva digunakan untuk memproduksi barang atau jasa yang dapat memmuaskan kebutuhan dan keperluan para pelanggan. Dan aktiva terdiri dari 6 macam, yaitu :

Aktiva Lancar
Aktiva lancar (Current assets) adalah uang kas dan aktiva lainya yang diharapkan dapat dicarikan atau ditukarkan menjadi uang tunai dalam jangka pendek (tidak lebih satu tahun).

Aktiva Tidak Lancar
Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang mempunyai masa kegunaan (manfaat) lebih dari satu satu tahun atau manfaatnya dapat dinikmati perusahaan dalam beberapa periode akutansi termasuk aktiva tidak lancar.

Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang (invesment) adalah bentuk penyertaan jangka panjang luar kegiatan usaha pokok perusahaan, investasi uang tidak dimaksudkan untuk dicairkan menjadi uang kas dalam operasi normal perusahaan dalam waktu satu tahun, contoh : Penanaman modal dalam saham, Penanaman modal dalam obligasi, dan penanaman modal dalam bentuk dana.

Aktiva Tetap
Aktiva tetap adalah aktiva berwujud (Tangible) yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun lebih dahulu dan digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan. Artinya dalam keadaan aktivitas usaha normal tidak dimaksudkan untuk dijual kembali. Aktiva tetap memiliki masa manfaat ekonomi lebih dari satu tahun. Aktiva tetap meliputi aktiva tetap yang tidak disusutkan (non depreciable) dan aktiva tetap yang disusutkan (Depreciable).

Aktiva Tidak Berwujud
Aktiva tidak berwujud (intangible assets) adalah aktiva aktiva yang berupakan hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan untuk memberikan manfaat ekonomi kepada perusahaan. Aktiva tidak berwujud timbul misalnya karena posisi perusahaan yang baru dan hak pengelolaan suatu fasilitas yang diterima perusahaan. Contoh : hak cipta, hak paten, franchise, merek dagang, dan goodwill.

Aktiva lain-lain
Aktiva lain-lain adalah pos untuk menampuk aktiva yang tidak memenuhi syarat untuk diperlakukan sebagai aktiva lancar, investasi jangka panjang, aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud. Contohnya mesin yang tidak dipakai dan tanah yang tidak digunakan untuk usaha.

Kewajiban
Kewajiban adalah suatu tugas tanggung jawab untuk bertindak melaksanakan sesuatu dengan cara tertentu. Atau Kewajiban adalah utang perusahaan masa kini yang timbul dari aktiva masa lalu dan harus diselesaikan di masa datang dengan menyerahkan aktiva atau jasa (sumber daya perusahaan). Kewajiban terdiri dari 4 macam yaitu :

Kewajiban Lancar / Jangka Pendek
Kewajiban lancar meliputi utang-utang yang harus dilunasi dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun tanggal neraca. Atau kewajiban yang penyelesaianya menggunakan sumber-sumber yang merupakan aktiva lancar.

Kewajiban Jangka Panjang
Kewajiban jangka panjang adalah utang kepada pihak lain yang jatuh tempo pembayaranya setelah lewat waktu leboh dari satu tahun sejak tanggal neraca. Dengan demikian penyelesaian tidak menggunakan sumber-sumber yang merupakan aktiva lancar.

Kewajiban lain-lain
Kewajiban lain-lain merupakan pos tempat menampuk utang yang tidak memenuhu syarat untuk diperlakukan sebagai utang lancar dan utang jangka panjang.

Utang yang disubordinasikan
Urang yang disubordinasikan adalah pinjaman dengan suatu perjanjian subordasi. Yang berarti. Kewajiban untuk melunasinya akan dilakukan setelah perusahaan melunasi suatu kewajiban tertentu, utang yang disubordinasi diselesaikan setelah perusahaan melunasi seluruh kewajiban lainnya.

Ekuitas
Ekuitas adalah hak residual atas aktiva perushaaan setelah dikurangi semua kewajiban dalam neraca, dengan demikian jumlah (besarnya) ekuitas sama dengan selisih antara aktiva dan kewajiban perusahaan, Contohnya seperti perseroan terbatas, ekuitas dapat diklasifikasikan menjadi setoran modal oleh para pemegang saham, saldo, laba, penyisihan saldo laba, dan penyisihan penyesuaian pemeliharaan modal masing-masing disajikan terpisah. Dan Ekuitas bisa diklasifikasikan sebagai berikut :
  • Modal yang disetor oleh para pemegang saham
  • Tambahan Modal disetor
  • Selisih penilaian kembali aktiva tetap
  • Saldo laba

Contoh Neraca :
Contoh neraca - echotuts

Cukup sekian dari artikel echotuts, semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita, Mohon maaf atas kekuranganya dan Terima kasih atas kunjungan anda ke echotuts.

Baca juga yang ini :
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
20 June 2016 at 10:45 delete

dalam laporan neraca harus ada kas dibank ya kak,bingung bikin laporan neraca CV baru nih,, kas dibank nya g ada soalnya uang kas itu dberi bertahap sama investor aja,,,

Reply
avatar